Selasa, 25 Agustus 2015

[071] Nuh Ayat 010

««•»»
[071] Nuh Ayat 010
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=71&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#71:10

[071] Nuh Ayat 009

««•»»
Surah Nuh 9

ثُمَّ إِنّي أَعلَنتُ لَهُم وَأَسرَرتُ لَهُم إِسرارًا
««•»»
tsumma innii a'lantu lahum wa-asrartu lahum israaraan
««•»»
Kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam {1519},
{1519} Sesudah melakukan da`wah secara diam-diam kemudian secara terang-terangan Namun tidak juga berhasil Maka Nabi Nuh a.s. melakukan kedua cara itu dengan sekaligus.
««•»»
and again appealed to them publicly and confided with them privately,
««•»»

Nuh A.S. mengadu kepada Allah, "Wahai Tuhanku segala macam cara telah aku lakukan untuk menyeru mereka ke jalan Engkau. Adakalanya aku menghubungi tiap-tiap mereka seorang-seorang tanpa yang lain mengetahuinya. Adakalanya dengan terang-terangan di hadapan umum dan adakalanya kedua cara itu aku lakukan bersamaan; tetapi mereka tetap menampiknya, seakan-akan usahaku itu tidak bermanfaat bagi mereka sedikitpun.

Dari ayat ini dipahami bahwa Nuh A.S. telah melaksanakan tugas tanpa menghiraukan bahaya yang mungkin mengancam jiwanya, untuk mencari keridaan Allah. Dipahami pula bahwa Nuh A.S. sangat cinta kepada kaumnya. Ia ingin kaumnya mengikuti jalan yang lurus, sehingga terhindar dari azab Allah. Ia melaksanakan tugasnya dengan taat dan penuh mengabdikan kepada Allah disertai keimanan yang kuat terhunjam di dalam dadanya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kemudian sesungguhnya aku telah mengeraskan kepada mereka) suaraku (dan pula telah membisikkan) suaraku atau seruanku (kepada mereka dengan sangat rahasia.)
««•»»
then assuredly I proclaimed to them, with my voice, and I confided, my words, to them secretly,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=71&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#71:9

Jumat, 10 Juli 2015

[071] Nuh Ayat 008

««•»»
Surah Nuh 8

ثُمَّ إِنّي دَعَوتُهُم جِهارًا
««•»»
tsumma innii da'awtuhum jihaaraan
««•»»
Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan {1518},
{1518} Dakwah ini dilakukan setelah da`wah dengan cara diam-diam tidak berhasil.
««•»»
Again I summoned them aloud,
««•»»

Nuh A.S. mengadu kepada Allah, "Wahai Tuhanku segala macam cara telah aku lakukan untuk menyeru mereka ke jalan Engkau. Adakalanya aku menghubungi tiap-tiap mereka seorang-seorang tanpa yang lain mengetahuinya. Adakalanya dengan terang-terangan di hadapan umum dan adakalanya kedua cara itu aku lakukan bersamaan; tetapi mereka tetap menampiknya, seakan-akan usahaku itu tidak bermanfaat bagi mereka sedikitpun.

Dari ayat ini dipahami bahwa Nuh A.S. telah melaksanakan tugas tanpa menghiraukan bahaya yang mungkin mengancam jiwanya, untuk mencari keridaan Allah. Dipahami pula bahwa Nuh A.S. sangat cinta kepada kaumnya. Ia ingin kaumnya mengikuti jalan yang lurus, sehingga terhindar dari azab Allah. Ia melaksanakan tugasnya dengan taat dan penuh mengabdikan kepada Allah disertai keimanan yang kuat terhunjam di dalam dadanya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka dengan terang-terangan) dengan sekuat suaraku.
««•»»
Then indeed I summoned them aloud, that is to say, at the top of my voice;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=71&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#71:8

[071] Nuh Ayat 007

««•»»
Surah Nuh 7

وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا
««•»»
wa-innii kullamaa da'awtuhum litaghfira lahum ja'aluu ashaabi'ahum fii aatsaanihim waistaghsyaw tsiyaabahum wa-asharruu waistakbaruu istikbaaraan
««•»»
Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.
««•»»
Indeed whenever I have summoned them, so that You might forgive them, they would put their fingers into their ears and draw their cloaks over their heads, and they were persistent [in their unfaith], and disdainful in [their] arrogance.
««•»»

Nuh A.S. mengadukan, "Wahai Tuhanku, setiap kali aku menyeru mereka agar mengakui ke-Esaan Engkau, tidak lagi menyembah tuhan-tuhan yang lain selain Engkau, sehingga dengan demikian Engkau mengampuni dosa-dosa mereka, merekapun menyumbatkan anak jari ke lubang telinga mereka agar mereka tidak mendengar seruanku. Bahkan mereka menutup muka mereka sebagai pernyataan benci melihatku. Setiap kali aku menyeru mereka, semakin bertambah kesombongannya dan kecongkakan mereka kepadaku.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka, agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya) supaya mereka tidak dapat mendengar seruanku (dan menutupkan bajunya ke mukanya) supaya mereka tidak melihatku (dan mereka tetap) dalam kekafiran mereka (dan menyombongkan diri) tidak mau beriman (dengan sangat.)
««•»»
And indeed whenever I summoned them, so that You might forgive them, they put their fingers in their ears, in order not to hear what I say, and draw their cloaks over themselves, they cover their heads with them in order not to catch sight of me, and they persist, in their disbelief, and act in great arrogance, disdaining faith.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=71&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#71:7

[071] Nuh Ayat 006

««•»»
Surah Nuh 6

فَلَم يَزِدهُم دُعائي إِلّا فِرارًا
««•»»
falam yazidhum du'aa-ii illaa firaaraan
««•»»
Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).
««•»»
but my summons only increases their evasion.
««•»»

Dalam ayat-ayat ini, diterangkan bahwa Nuh mengadukan sikap kaumnya kepada Allah dengan menyatakan, "Wahai Tuhanku; aku telah melaksanakan tugasku sesuai dengan kesanggupanku setiap saat, siang dan malam, tetapi mereka tidak menghiraukannya. Semakin aku seru mereka, semakin mereka menjauhiku dan lari dari kebenaran.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari) dari iman.
««•»»
but my summon has only increased their evasion, of faith.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=71&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#71:6

Kamis, 09 Juli 2015

[071] Nuh Ayat 005

««•»»
Surah Nuh 5

قالَ رَبِّ إِنّي دَعَوتُ قَومي لَيلًا وَنَهارًا
««•»»
qaala rabbi innii da'awtu qawmii laylan wanahaaraan
««•»»
Nuh berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang,
««•»»
He said, ‘My Lord! Indeed I have summoned my people night and day
««•»»

Dalam ayat-ayat ini, diterangkan bahwa Nuh mengadukan sikap kaumnya kepada Allah dengan menyatakan, "Wahai Tuhanku; aku telah melaksanakan tugasku sesuai dengan kesanggupanku setiap saat, siang dan malam, tetapi mereka tidak menghiraukannya. Semakin aku seru mereka, semakin mereka menjauhiku dan lari dari kebenaran.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Nuh berkata, "Ya Rabbku! Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang) terus-menerus tanpa mengenal waktu.
««•»»
He said, ‘My Lord, I have summoned my people night and day, that is to say, continuously without interruption,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=71&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#71:5

[071] Nuh Ayat 004

««•»»
Surah Nuh 4

يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لَا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
««•»»
yaghfir lakum min dzunuubikum wayu-akhkhirkum ilaa ajalin musamman inna ajala allaahi idzaa jaa-a laa yu-akhkharu law kuntum ta'lamuuna
««•»»
Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu {1517} sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui".
{1517} Maksudnya: memanjangkan umurmu.
««•»»
that He may forgive you some of your sins and respite you until a specified time. Indeed when Allah’s [appointed] time comes, it cannot be deferred, should you know.’
««•»»

Dalam ayat ini , disebutkan janji Allah kepada kaum Nuh, seandainya mereka mengikuti seruan Nuh dengan ikhlas, yaitu:
  1. Allah akan mengampuni segala dosa mereka. Dengan arti hapusnya dosa-dosa yang pernah mereka lakukan, seakan-akan mereka tidak pernah berbuat dosa. Karena dengan berimannya mereka dan mengikuti agama yang dibawa Nuh, berarti mereka telah berbuat, dan kembali ke jalan yang benar.
  2. Allah SWT akan memanjangkan umur mereka. Maksudnya ialah, sekalipun menurut takdir Allah umur mereka telah ditentukan dan terbatas, namun jika mereka beriman, Allah akan memanjangkan umur mereka dengan menghentikan kedatangan azab yang dijanjikan itu. Melakukan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. karena Dia Maha Kuasa dan Maha Menentukan segala sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya.
Sehubungan dengan masalah menangguhkan kedatangan ajal, yakni memanjangkan umur yang disebut dalam ayat ini, sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa Allah akan mengubah takdir yang telah ditentukan-Nya, jika Dia menghendakinya. Karena itu taat kepada Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan takwa serta menghubungkan silaturahmi dapat memanjangkan umur manusia,

Nabi Muhammad SAW bersabda:
صلة الرحم تزيد في العمر
"Mempererat hubungan silaturahmi itu menambah panjangnya umur"
(lihat Tafsir Al Maragi, hal. 80, juz 29, jilid X)

Jika hal ini dihubungkan dengan ilmu jiwa akan lebih jelas pemahamannya. Menurut ilmu jiwa, ada hubungan timbal balik antara jasmani seseorang dengan jiwa (rohani) nya. Kesehatan rohani besar pengaruhnya kepada kesehatan jasmani; begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, maka orang yang sehat adalah orang yang sehat jasmani dan rohaninya. Pada umumnya orang yang tekun mengerjakan amal saleh dan menghubungkan silaturahmi adalah orang yang sehat jasmaninya. Dengan perkataan lain, bahwa takwa kepada Allah dapat menghilangkan penyakit-penyakit rohani. Jika rohani sehat tentulah jasmani sehat pula dan umurpun akan panjang.

Pada akhir ayat ini Allan SWT menegaskan bahwa Dia telah menetapkan ajal semua manusia, yang terdapat di Ummul Kitab (Lohmahfuz). Jika ajal itu telah datang sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan, maka kedatangannya itu tidak dapat ditangguhkan atau tidak pula dapat dipercepat walau sesaat pun. Kemudian Allah SWT menegaskan, "Hai orang-orang kafir, jika kamu mempunyai ilmu tentulah kamu akan meyakini bahwa ketentuan ajal itu hanyalah di tangan Allah. Sebaliknya jika kamu tidak mempunyai ilmu, tentulah kamu tidak akan mempercayai bahwa ketentuan ajal itu di tangan Allah, dan seterusnya kamu tetap tidak beriman kepada Allah dan tetap tidak menaati Rasul-Nya".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosa kalian) huruf min di sini dapat dianggap sebagai huruf zaidah, karena sesungguhnya Islam itu mengampuni semua dosa yang terjadi sebelumnya; yakni semua dosa kalian. Sebagaimana dapat pula dianggap sebagai min yang mengandung makna sebagian, hal ini karena mengecualikan hak-hak yang bersangkutan dengan orang lain (dan menangguhkan kalian) tanpa diazab (sampai kepada waktu yang ditentukan) yaitu ajal kematiannya. (Sesungguhnya ketetapan Allah) yang memutuskan untuk mengazab kalian, jika kalian tidak beriman kepada-Nya (apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kalian mengetahui) seandainya kalian mengetahui hal tersebut, niscaya kalian beriman kepada-Nya.
««•»»
that He may forgive you some of your sins (min dhunūbikum, ‘some of your sins’: min may be taken as extra, because submission to God (islām) expunges everything [of sin that was committed] previous to it; or it [min] may be understood as partitive, to point out that which is due to [those who were already God’s] servants) and defer you, without chastising [you], until an appointed term, the term for death. Indeed when God’s term, for your chastisement — should you not believe — comes, it cannot be deferred, if only you knew’, this, you would believe.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=71&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#71:4