Kamis, 09 Juli 2015

[071] Nuh Ayat 004

««•»»
Surah Nuh 4

يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لَا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
««•»»
yaghfir lakum min dzunuubikum wayu-akhkhirkum ilaa ajalin musamman inna ajala allaahi idzaa jaa-a laa yu-akhkharu law kuntum ta'lamuuna
««•»»
Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu {1517} sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui".
{1517} Maksudnya: memanjangkan umurmu.
««•»»
that He may forgive you some of your sins and respite you until a specified time. Indeed when Allah’s [appointed] time comes, it cannot be deferred, should you know.’
««•»»

Dalam ayat ini , disebutkan janji Allah kepada kaum Nuh, seandainya mereka mengikuti seruan Nuh dengan ikhlas, yaitu:
  1. Allah akan mengampuni segala dosa mereka. Dengan arti hapusnya dosa-dosa yang pernah mereka lakukan, seakan-akan mereka tidak pernah berbuat dosa. Karena dengan berimannya mereka dan mengikuti agama yang dibawa Nuh, berarti mereka telah berbuat, dan kembali ke jalan yang benar.
  2. Allah SWT akan memanjangkan umur mereka. Maksudnya ialah, sekalipun menurut takdir Allah umur mereka telah ditentukan dan terbatas, namun jika mereka beriman, Allah akan memanjangkan umur mereka dengan menghentikan kedatangan azab yang dijanjikan itu. Melakukan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. karena Dia Maha Kuasa dan Maha Menentukan segala sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya.
Sehubungan dengan masalah menangguhkan kedatangan ajal, yakni memanjangkan umur yang disebut dalam ayat ini, sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa Allah akan mengubah takdir yang telah ditentukan-Nya, jika Dia menghendakinya. Karena itu taat kepada Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan takwa serta menghubungkan silaturahmi dapat memanjangkan umur manusia,

Nabi Muhammad SAW bersabda:
صلة الرحم تزيد في العمر
"Mempererat hubungan silaturahmi itu menambah panjangnya umur"
(lihat Tafsir Al Maragi, hal. 80, juz 29, jilid X)

Jika hal ini dihubungkan dengan ilmu jiwa akan lebih jelas pemahamannya. Menurut ilmu jiwa, ada hubungan timbal balik antara jasmani seseorang dengan jiwa (rohani) nya. Kesehatan rohani besar pengaruhnya kepada kesehatan jasmani; begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, maka orang yang sehat adalah orang yang sehat jasmani dan rohaninya. Pada umumnya orang yang tekun mengerjakan amal saleh dan menghubungkan silaturahmi adalah orang yang sehat jasmaninya. Dengan perkataan lain, bahwa takwa kepada Allah dapat menghilangkan penyakit-penyakit rohani. Jika rohani sehat tentulah jasmani sehat pula dan umurpun akan panjang.

Pada akhir ayat ini Allan SWT menegaskan bahwa Dia telah menetapkan ajal semua manusia, yang terdapat di Ummul Kitab (Lohmahfuz). Jika ajal itu telah datang sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan, maka kedatangannya itu tidak dapat ditangguhkan atau tidak pula dapat dipercepat walau sesaat pun. Kemudian Allah SWT menegaskan, "Hai orang-orang kafir, jika kamu mempunyai ilmu tentulah kamu akan meyakini bahwa ketentuan ajal itu hanyalah di tangan Allah. Sebaliknya jika kamu tidak mempunyai ilmu, tentulah kamu tidak akan mempercayai bahwa ketentuan ajal itu di tangan Allah, dan seterusnya kamu tetap tidak beriman kepada Allah dan tetap tidak menaati Rasul-Nya".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosa kalian) huruf min di sini dapat dianggap sebagai huruf zaidah, karena sesungguhnya Islam itu mengampuni semua dosa yang terjadi sebelumnya; yakni semua dosa kalian. Sebagaimana dapat pula dianggap sebagai min yang mengandung makna sebagian, hal ini karena mengecualikan hak-hak yang bersangkutan dengan orang lain (dan menangguhkan kalian) tanpa diazab (sampai kepada waktu yang ditentukan) yaitu ajal kematiannya. (Sesungguhnya ketetapan Allah) yang memutuskan untuk mengazab kalian, jika kalian tidak beriman kepada-Nya (apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kalian mengetahui) seandainya kalian mengetahui hal tersebut, niscaya kalian beriman kepada-Nya.
««•»»
that He may forgive you some of your sins (min dhunūbikum, ‘some of your sins’: min may be taken as extra, because submission to God (islām) expunges everything [of sin that was committed] previous to it; or it [min] may be understood as partitive, to point out that which is due to [those who were already God’s] servants) and defer you, without chastising [you], until an appointed term, the term for death. Indeed when God’s term, for your chastisement — should you not believe — comes, it cannot be deferred, if only you knew’, this, you would believe.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=71&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#71:4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar